Softskill merupakan keahlian dalam diri kita untuk berinteraksi dengan orang lain, berpikir secara kritis, memerhatikan perasaan orang lain, dan hal hal lain yang ada didalam hati orang lain. Sehingga kita dapat dekat dan berteman dengan orang tersbut. Secara tidak sadar, sejak kecil kita sudah mempunyai kemampuan tersebut. Dimana kita berlatih dengan berinteraksi dengan orang tua, saudara, teman, dan lain lain. Tiap hari mempelajari bahasa baru sehingga kita dapat mengerti apa yang dikatakan oleh lawan bicara. Softskill itu sendiri sangat diperlukan untuk kehidupan kita sehari hari, bahkan buat masa depan kita
.
Dalam
kehidupan sehari hari, apabila kita tidak cakap dalam Softskill. Maka kita akan
ditinggalkan oleh orang lain. Orang lain akan berpikir bahwa tidak ada gunanya
untuk berinteraksi dengan kita karena tidak ada yang dapat dibicarakan atau
bisa dibilang “MEMBOSANKAN”. Seperti hubungan antar tetangga, disaat ada 1
rumah tangga yang tidak dapat berinteraksi dengan tetangga lain, maka rumah
tangga tersebut akan ditinggalkan oleh tetangga lainnya seolah olah dirumah
tersebut tak ada orang atau kosong. Orang orang akan berpikiran negatif dengan
rumah tangga tersebut dan menjadi bahan omongan yang buruk di tetangga sekitar. Di bidang pendidikan pun begitu, seperti sekolah, jika ada 1 anak yang
tidak dapat berinteraksi atau tidak dapat mengikuti alur interaksi orang orang
disekolah, maka anak tersebut akan ditinggalkan sehingga terjadilah kasus yang
dinamakan “BULLY”. Begitu juga dalam dunia pekerjaan saat ini, para pekerja tidak
hanya dituntut ahli dibidang Hardskill saja. Namun juga harus ahli dibidang
Softskill. Bahkan untuk dapat masuk ke perusahaan yang kita inginkan ataupun
ingin naik jabatan dengan cepat, diperlukan 80% (pendapat pribadi) keahlian
dibidang Softskill. Dikarenakan kita harus pintar pintar mengambil hati para
petinggi diperusahaan tersebut dengan keahlian kita dibidang Softskill
tersebut, sisanya kita hanya harus membuktikan bahwa kita bisa dengan
menunjukan keahlian kita dibidang Hardskill.
Oleh
karena itu, alasan mengapa kita sebagai mahluk sosial, khususnya para Mahasiswa harus mempelajari Softskill
adalah karena kita akan langsung terjun ke dalam dunia kerja, dunia sosial, dunia dimana kita mengabdi langsung ke masyarakat, dunia dimana harus mati matian mempertahankan posisi kita apabila tidak mau dilangkahi
ataupun didorong kebelakang oleh orang lain yang memiliki profesi sama dengan
kita. Disana kita akan sadar bahwa hukum alam / rimba akan berlaku “Siapa cepat, dia
dapat” atau “Memangsa atau Dimangsa”. Hanya dengan memodalkan Hardskill saja
tidak cukup dalam dunia pekerjaan, kita harus mendapatkan hati para petinggi
dengan melakukan interaksi dengan mereka. Dengan begitu kita akan selalu aman
dalam dunia pekerjaan. Bukan hanya itu saja, kita juga akan mendapatkan banyak keuntungan lainnya di luar dunia kerja. Sekian!!
0 komentar:
Posting Komentar